Belajar Trading dari Nol

Belajar Trading dari Nol

  Belajar trading dari nol sekilas terdengar sangat complicated. Padahal kalau sudah paham 100%, usaha untuk belajar sudah pasti terbayarkan dari besarnya potensi return yang diperoleh.

Maka dari itu bagi pemula yang baru tertarik trading saham, penting untuk memahami beberapa poin yang akan disebutkan pada artikel kali ini. Apa saja? Simak penjelasannya sampai selesai, ya!

Apa itu Trading?

belajar trading dari nol

Sebelum belajar trading dari nol, trader harus paham dulu maksud dari trading itu sendiri. Jadi apa itu trading? Trading merupakan kegiatan jual beli instrumen investasi dalam jangka pendek dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Pada pembahasan kali ini kita akan menggunakan saham sebagai contoh instrumen yang diperdagangkan.

Mengingat jangka waktu trading cukup singkat, satu hal yang wajib dipelajari adalah arah pergerakan harga saham. Seorang trader harus terbiasa memantau fluktuasi harga yang terjadi di pasar setiap harinya supaya dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan transaksi.

Tidak hanya itu, pemilihan sahamnya pun nggak boleh sembarangan. Saham yang dipilih oleh trader harus memenuhi kriteria saham yang cocok untuk diperdagangkan dalam jangka pendek. Biasanya saham trading berasal dari saham-saham second liner dan third liner karena saham tersebut bergerak dengan cukup liar atau biasa disebut bervolatilitas tinggi.

Pemilihan Sekuritas

Rekening saham sangat dibutuhkan dalam hal perdagangan saham. Singkatnya trader nggak bisa melakukan transaksi kalau belum punya rekening saham. Maka dari itu perlu dipahami bahwa pemilihan sekuritas sangatlah penting.

Sekuritas merujuk pada perusahaan yang memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai broker atau perantara perdagangan efek. Pastikan sekuritas tersebut dapat memberikan kenyamanan selama melakukan trading saham dengan fasilitas atau fitur yang tersedia. Misalnya, pembukaan rekening yang mudah, setoran awal yang ringan, biaya transaksi yang rendah, serta menyediakan data lengkap dan real time.

Saat ini sebagian besar sekuritas telah memiliki fasilitas pembukaan rekening secara online dan platform trading online. Selain itu pihak sekuritas juga biasanya membuat publikasi terkait analisis saham tertentu yang bisa dijadikan pertimbangan oleh para trader.

Strategi Trading

Cara belajar trading saham dari nol berikutnya adalah dengan mempelajari strategi trading untuk kemudian disesuaikan dengan profil risiko dan gaya trading masing-masing trader. Strategi trading secara umum dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

· Scalping

Scalping adalah strategi trading yang memanfaatkan pergerakan kecil harian harga saham dengan prinsip “cuan bungkus”. Masa hold saham scalping berkisar dalam hitungan menit sampai maksimal satu hari.

Untuk memperoleh akumulasi keuntungan yang lebih besar, biasanya scalping dilakukan beberapa kali dalam sehari. Dengan alasan tersebut, strategi ini sangat berisiko karena trader membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk mencermati pergerakan harga.

· Swing Trading

Swing trading adalah strategi jual beli saham ketika indikator menunjukkan tren

naik atau turun yang berkisar mulai dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Strategi swing cocok untuk trader dengan profil risiko menengah atau moderat.

· Super Trading

Super trading berfokus pada pergerakan jangka menengah dengan rentang waktu beberapa bulan. Pada strategi ini, aktivitas jual dan beli cenderung jarang dilakukan. Namun sifatnya tetap fleksibel. Jika sudah harus jual karena ada tanda siklus distribusi (harga menuju penurunan), maka bisa lakukan penjualan saham untuk mengamankan profit.

Mengenal Analisis Teknikal

Pertanyaan seputar saham mana yang berpotensi naik biasanya menjadi pertanyaan yang paling banyak dilontarkan oleh trader pemula. Tujuannya biar bisa segera mengambil posisi buy. Nah, untuk mengetahui hal tersebut, analisis teknikal menjadi “senjata” yang wajib digunakan.

Analisis teknikal adalah metode analisis pergerakan harga saham dengan menggunakan grafik historis dan volume transaksi. Grafik yang sudah terbentuk di masa lampau dimanfaatkan untuk memprediksi serta mengantisipasi kemungkinan pergerakan harga selanjutnya.

Dengan analisis teknikal, trader dapat mengidentifikasi saham yang memiliki permintaan lebih besar daripada penawaran, sehingga harganya berpotensi menguat. Sebab pada dasarnya naik turunnya harga saham dipengaruhi oleh hukum supply dan demand.

Terdapat beberapa komponen dalam analisis teknikal yang harus dipelajari sebelum melakukan trading saham. Di antaranya adalah:

· Siklus

belajar trading dari nol

Siklus mewakilkan pergerakan harga saham yang terus berulang dari waktu ke waktu. Hal ini didorong oleh keputusan trading pelaku pasar saat menghadapi fluktuasi harga saham. Siklus harga saham dibagi menjadi empat fase, yaitu fase akumulasi, fase partisipasi, fase distribusi, dan fase kapitulasi . Selengkapnya baca di artikel berikut ini.

· Trend

Trend adalah kecenderungan harga saham yang bergerak dalam arah tertentu. Sangat penting bagi para trader mengetahui ke mana arah pergerakan harga saham supaya return-nya menjadi lebih optimal. Ada arah naik (uptrend ), turun ( downtrend ), dan menyamping (sideways ).

· Support dan Resisten

Support adalah level psikologis harga yang menahan agar harga saham nggak jatuh lebih dalam. Sedangkan resisten mengacu pada level atau atap harga yang menahan agar harga saham nggak naik lebih tinggi. Biasanya harga yang menyentuh support akan kembali memantul ke atas dan harga akan kembali turun jika mencapai batas resisten.

belajar trading dari nol

belajar trading dari nol

· Chart Pattern

Chart pattern atau yang disebut pola grafik menggambarkan kondisi psikologi pelaku pasar yang cenderung berulang dari waktu ke waktu. Oleh karenanya pola ini bisa digunakan untuk mengantisipasi pergerakan harga ke depannya.

· Candlestick

belajar trading dari nol

Candlestick adalah jenis grafik saham yang paling sering dipakai trader. Candlestick t erdiri dari dua bagian utama, yaitu tubuh ( body ) yang menunjukkan harga pembukaan dan penutupan serta ekor (tail ) yang menginformasikan harga tertinggi dan terendah pada hari itu.

· Indikator

Indikator teknikal merupakan alat bantu yang memperhitungkan data historis harga dan volume secara matematis. Informasi yang dihasilkan dari indikator ini berupa sinyal beli dan jual yang dapat membantu trader untuk mengambil keputusan trading.

Manajemen Risiko Trading

Selain mempelajari analisis teknikal dalam menentukan timing beli, jual, dan hold, manajemen risiko menjadi hal penting lainnya yang harus dicermati. Risiko trading sebenarnya hanya satu, yaitu penurunan harga saham. Tetapi kalau risiko tersebut nggak dibatasi, yang ada trader malah jadi boncos dan kapok untuk masuk ke pasar saham lagi.

Cara meminimalisir risiko dalam trading saham adalah sebagai berikut:

· Stop loss dengan melakukan aksi jual sebelum mengalami kerugian lebih dalam. Idealnya stop loss sudah direncanakan sejak awal. Misalnya stop loss dipasang ketika posisi harga berada di bawah support.

· Mengatur emosi saat terjadi euphoria maupun fear. Hindari jebakan FOMO atau Fear of Missing Out. Untuk itu, trader harus tetap tenang agar bisa memaksimalkan keuntungan.

· Merencanakan alokasi aset dengan membaginya menjadi dua bagian, yakni trading dan investasi jangka panjang. Karena kebanyakan pemula masih sulit mengontrol emosi, sebagai contoh bisa dimulai dengan porsi 70% investasi dan 30% trading.

Kapan Beli dan Jual?

belajar trading dari nol

Berikut adalah timing beli yang bisa dipertimbangkan oleh trader yang Belajar Trading dari Nol:

· Buy on Weakness

Saham dibeli pada harga rendah untuk mengantisipasi adanya pembalikan arah menuju naik yang biasanya terjadi dalam jangka pendek dan ditandai oleh harga yang memantul dari area support atau batas bawah.

· Buy on Retracement

Hampir sama dengan buy on weakness, hanya saja buy on retracement didahului oleh kenaikan yang menembus area resisten ( breakout ), sehingga area tersebut akan menjadi support baru.

· Buy on Breakout

Saham dibeli saat harganya bergerak ke atas area resisten dengan volume transaksi yang ikut meningkat.

Lalu kapan harus jual sahamnya?

· Ketika harga menyentuh resisten dan dikonfirmasi dengan munculnya candle bearish reversal atau pembalikan menuju downtrend yang berwarna merah. Ini dikarenakan biasanya saham akan balik turun jika menyentuh titik resisten.

· Ketika harga saham mencapai titik tertinggi.

· Ketika harga saham patah dari garis uptrend atau MA20 daily. Sebagai informasi, MA20 daily merupakan garis dari indikator moving average yang mengkalkulasi rata-rata harga saham selama 20 hari terakhir. Harga yang bergerak turun di bawah garis uptrend menunjukkan tren naik sudah berakhir.

Demikian adalah poin-poin dasar tentang trading saham yang wajib dipelajari pemula sebelum masuk ke pasar saham. Mau belajar trading dari nol sampai advance? Yuk, upgrade jadi VIP member Emtrade.

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Setiap saham yang dibahas menjadi case study, edukasi, dan bukan sebagai perintah beli dan jual. Trading dan investasi saham mengandung risiko yang menjadi tanggung jawab pribadi. Emtrade tidak bertanggung jawab atas setiap risiko yang mungkin muncul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *