Penghasilan tambahan saat pandemi tentu merupakan cara cerdas untuk menyehatkan kesehatan keuangan kita saat ini.

        Penghasilan tambahan saat pandemi tentu merupakan cara cerdas untuk menyehatkan kesehatan keuangan kita saat ini.

Pasalnya, sebagian dari kita kerap merasakan dampak dari pandemi yang telah memberikan tekanan serius pada perekonomian.

Ada yang mengalami kekurangan penghasilan, ada juga yang kehilangan penghasilan. Hal itu bisa terjadi karena risiko bisnis perusahaan pemberi kerja kita, maupun bisnis yang kita jalani.

Adapun, dampak yang kemungkinan besar terjadi karena risiko di atas adalah, terjadinya arus kas negatif. Apa itu arus kas negatif dan apa akibatnya jika terjadi secara terus menerus?

Pahami Arus Kas Anda

Secara sederhana, arus kas adalah laporan yang berisi transaksi pemasukan dan pengeluaran kita dalam satu bulan. Dalam laporan arus kas ada yang dinamakan dengan istilah “nilai arus kas bersih.”

Nilai arus kas bersih didapat dari hasil selisih total pemasukan bulanan dan pengeluaran. Jumlah arus kas bersih ideal yang semestinya dimiliki setiap orang adalah setara dengan 10% dari total pemasukan per bulan, lebih besar tentu lebih baik.

Jadi, jika seseorang memiliki penghasilan Rp10 juta, maka jumlah minimal arus kas bersih yang dimiliki orang yang bersangkutan adalah Rp1 juta.

Apabila arus kas bersih Anda negatif (defisit), hal itu menandakan seseorang memiliki pengeluaran yang lebih besar dari pemasukannya. Alhasil, Anda harus mengambil dana dari tabungan untuk memenuhi kebutuhannya atau menghadapi kebutuhan mendesak.

Ada dua cara untuk memitigasi masalah defisit arus kas yaitu mengurangi pengeluaran dan mencari sumber pemasukan lain.

Bicara soal menambah pemasukan di masa pandemi, ketahui lima cara yang bisa Anda lakukan untuk memperoleh penghasilan tambahan saat pandemi.

1. Kerja Sampingan

Bisa dikatakan, kerja sampingan adalah cara paling efektif dan realistis untuk menambah penghasilan tambahan saat pandemi. Tetapi kegiatan yang satu ini tentu akan memakan waktu, pikiran, dan juga tenaga.

Adapun beberapa contoh kegiatan kerja sampingan bisa berupa kerja freelance , dan lain sebagainya.

Adapun risiko dari kerja sampingan antara lain adalah risiko yang berkaitan dengan fisik serta mental, mulai dari kelelahan, kecemasan, dan stres.

Tapi jangan salah, bagi mereka yang aktif kerja sampingan di bidang jasa, keterlambatan pembayaran dari pihak klien juga mungkin terjadi.

2. Usaha Sampingan

Selain kerja sampingan, ada pula usaha atau bisnis sampingan. Bisa dikatakan, penghasilan dari usaha sampingan mungkin saja melebihi kerja sampingan, namun risikonya juga lebih besar.

Selain waktu, pikiran, dan tenaga, usaha sampingan tentu membutuhkan modal. Jangan terlalu cepat untuk memutuskan pinjam dana demi modal usaha, dan jangan lupa untuk sediakan dana darurat terlebih dulu sebelum memulai usaha.

Bagi Anda yang memiliki usaha sampingan, maka alangkah baiknya untuk memanfaatkan aplikasi akuntansi dan pencatatan keuangan agar Anda bisa lebih mudah mengetahui segala pengeluaran yang bersumber dari bisnis Anda.

3. Investasi di Instrumen Pendapatan Tetap

Instrumen investasi pendapatan tetap seperti deposito atau surat utang negara maupun korporasi akan memberikan imbal hasil tetap dalam periode tertentu. Anda tentu akan mendapat penghasilan pasif tanpa harus bekerja dengan instrumen ini.

Namun, patut diketahui bahwa besar kecilnya imbal hasil investasi ini sangat ditentukan dengan modal investasinya. Dan, investasi ini juga hanya bisa dilakukan dengan cara lumpsum atau sekali bayar.

Semakin banyak modal yang digunakan tentu semakin besar pula keuntungan yang Anda dapatkan. Namun hati-hati, ketika Anda menempatkan dana, jika dana yang ditempatkan terlalu besar, Anda bisa saja kekurangan kas dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bila Anda memang berniat menggunakan instrumen ini untuk menambah pemasukan, pastikan uang yang digunakan adalah uang dingin.

4. Trading Saham

Mencari Penghasilan Tambahan Saat Pandemi

Trading merupakan aktivitas jual beli dalam jangka pendek.

Terdapat beberapa jenis strategi trading yang diklasifikasikan berdasarkan jangka waktunya. Pertama adalah super trading untuk jangka menengah 6-12 bulan memanfaatkan trend harga yang sedang naik, kedua swing trading untuk jangka waktu pendek kurang dari satu bulan, dan yang terakhir adalah scalping untuk jangka waktu yang sangat singkat bisa hanya dalam beberapa menit.

Keuntungan dari trading saham jangka pendek tentu bisa membantu menyehatkan arus kas bersih kita, namun patut diketahui trading tidak sama dengan spekulasi. Butuh pemahaman, jam terbang, persiapan mental yang baik.

Anda tentunya bisa belajar trading saham maupun investasi lewat aplikasi Emtrade . Silahkan unduh aplikasi Emtrade di ponsel Anda.

5. Jadi Affiliate Marketer

Program afiliasi marketing tentu bisa dijadikan sarana untuk menambah penghasilan bulanan kamu. Program ini bisa ditemukan di mana saja, salah satunya adalah di Shopee.

Shopee memiliki program afiliasi untuk key opinion leader (KOL). Afiliator dapat menyebarkan link melalui media sosial (Instagram, Facebook , dan Twitter), dan jika ada transaksi pembelian barang yang terjadi lewat custom link afiliator tersebut, maka KOL dapatkan komisi.

Program ini juga berlaku untuk para merchant yang ada di Shopee.

Dengan adanya penghasilan tambahan, potensi defisit arus kas tentu menjadi semakin kecil. Dan ketika Anda berhasil mendapatkan surplus arus kas bersih, maka Anda bisa memanfaatkan uang tersebut untuk berinvestasi demi masa depan Anda.

Akan tetapi, sebelum investasi pastikan keuangan Anda terjaga dengan baik. Pastikan Anda memiliki dana darurat, rasio utang yang baik, dan proteksi minimal dalam bentuk jaminan kesehatan.

Ingin tahu tips dan trik untuk menjaga arus kas tetap sehat serta mengatur keuangan yang baik atau ingin lebih tahu Mencari Penghasilan Tambahan Saat Pandemi? Tonton Shopee Live Streaming bersama Emtrade hari Selasa, 22 Februari 2022, 13.00 WIB, dengan tema “Tips Atur Duit Biar Belanja Online Makin Asyik.”

Dengan menjadi VIP member, kamu bisa menikmati konten edukasi, analisis, research report, tanya-jawab saham intensif, referensi saham, morning dan day briefing, cryptoclass, dan seminar rutin setiap akhir pekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *