Bingung Dengan Istilah Teknikal? Ini Penjelasannya

Bingung Dengan Istilah Teknikal? Ini Penjelasannya

cover

Bareksa.com - Setiap pagi Bareksa.com memberikan referensi saham secara teknikal untuk diperdagangkan pada hari yang sama. Analisa Teknikal dibuat berdasarkan pergerakan harga dan kondisi pasar, dengan menggunakan chart grafik dan pola harga.

Analisa ini diharapkan bisa membantu pembaca untuk mengenali tren dan menganalisa peluang agar keuntungan bisa lebih maksimal. Selain itu pembaca juga diharapkan bisa mengidentifikasikan suatu tren atau pola pergerakan harga saham yang berulang adalah tujuan utama dari analisa teknikal ini.

Dengan adanya analisa teknikal ini diharapkan para pembaca bisa menemukan sinyal untuk beli (buy), tahan (hold) atau jual (sell). Dalam melakukan analisis teknikal saham biasanya terdapat beberapa data utama yang diperlukan, yaitu perubahan harga saham dan nilai transakasi.

Sementara untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi pasar dapat menggunakan data volume perdagangan. Data tersebut akan membantu untuk memperkirakan tren harga selanjutnya. Perubahan harga saham baik kenaikan atau penurunan biasanya akan berkolerasi dengan kenaikan atau penurunan volume perdagangan

Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam analisa teknikal.

1. Bullish adalah kondisi pasar atau efek tertentu yang mengalami keyakinan, dimana harga efek meningkat dan diekspektasikan akan terus meningkat.

2. Bearish adalah kondisi pasar atau efek tertentu yang mengalami kepesimisan pasar, dimana harga efek menurun atau di perkirakan akan terus menurun.

3. Rebound adalah kondisi dimana harga saham kembali naik setelah mengalami penurunan (bearish).

4. Reversal adalah kondisi dimana harga saham bergerak arah dibandingkan sebelumnya. Dikatakan kondisi reversal apabila suatu harga saham berbalik naik setelah mengalami tren penurunan harga (bearish) ataupun berbalik turun setelah harga saham mengalami tren naik (bullish).

5. Tren naik (Uptrend) adalah kondisi dimana suatu efek membentuk garis tren yang menunjukan arah market sedang dalam kondisi baik dan kecenderungan yang ke area positif.

6. Tren turun (Downtrend) adalah kondisi dimana suatu efek membentuk garis tren yang menunjukan arah market sedang dalam kondisi tidak baik dan kecenderungan yang ke area negatif

7. Bullish mood adalah kondisi dimana pasar atau efek tertentu yang sedang membentuk tren baru (naik) dalam waktu yang cukup lama.

8. Bearish mood adalah kondisi dimana pasar atau efek tertentu yang sedang membentuk tren baru (turun) dalam waktu yang cukup lama.

9. Overbought adalah kondisi pasar atau efek yang mengalami kekuatan beli lebih kecil dari kekuatan jual (kondisi jenuh jual), sehingga biasa terjadi koreksi harga.

10. Oversold adalah kondisi pasar atau efek yang mengalami kekuatan beli lebih kecil dari kekuatan jual (kondisi jenuh jual), sehingga biasa terjadi koreksi harga.

11. Relative Strenght Index (RSI) adalah indikator momentum yang membandingkan besaran kenaikan dan penurunan harga saham dalam rentang nilai 0 sampai 100. Harga saham cenderung turun apabila telah memasuki area overbought dan cenderung naik apabila telah memasuki area oversold.(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *