Kasus Penipuan Binomo, Polri Lakukan Gelar Perkara Hari ini

Kasus Penipuan Binomo, Polri Lakukan Gelar Perkara Hari ini

Kasus Penipuan Binomo, Polri Lakukan Gelar Perkara Hari ini

ILUSTRASI. Kemendag dan Bareskrim Polri kembali melakukan penyegelan terhadap aktivitas usaha guna melindungi masyarakat dari kerugian material dan nonmaterial dari aktivitas penjualan expert advisor/robot trading dengan menggunakan sistem penjualan langsung atau multi-level marketing (MLM) oleh pelaku usaha yang tidak berizin. (istimewa)

JawaPos.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrik Polri akan melakukan gelar perkara dugaan investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo. Agenda ini untuk menentukan langkah hukum selanjutnyam

“Dittipideksus hari ini dilaksanakan gelar perkara. Apabila peristiwa hukumnya di situ sangat jelas terbukti maka tidak menutup kemungkinan status yang saat ini masih penyelidikan ditingkatkan jadi penyidikan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (14/2).

Dedi menuturkan, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi fakta maupun saksi ahli. Bahan tersebut yang akan digunakan untuk gelar perkara.

“Pemeriksaan para saksi dan saksi ahli hari ini tetap masih dilakukan. Tahapan ya masih tahapan penyelidikan,” jelasnya.

Sebelumnya, 8 orang warga yang mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka membuat laporan polisi untuk Aplikasi Binomo karena dianggap telah memberikan kerugian lebih dari Rp 2 miliar.

Laporan ini teregister di Bareskrim Polri dengan nomor STTL/29/II/2022/Bareskrim tertanggal 3 Februari 2022.

“Kami baru saja membuat laporan polisi terkait dengan binary option ini khususnya aplikasi Binomo,” kata pengacara korban, Finsensius di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/2).

Para korban melaporkan Binomo atas tuduhan perjudian online, hingga trading ilegal. Para korban mengaku menelan kerugian hingga Rp 2 miliar lebih.

“Kerugiannya kalau untuk koordinatornya sendiri Rp 550 juta. Tapi di sini yang datang di Bareskrim total kerugian delapan orang ini Rp 2,467 miliar,” jelas Finsesius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *