CFD Adalah? Ini Penjelasan CFD Trading Terlengkap 2021!

CFD Adalah? Ini Penjelasan CFD Trading Terlengkap 2021!

cfd adalah

CFD adalah singkatan dari istilah Contracts For Difference, dalam bahasa Indonesia juga dikenal dengan istilah kontrak untuk perbedaan. Dalam dunia investasi, cfd trading juga menjadi instrumen yang cukup populer di kalangan trader. Lalu apa itu CFD dan bagaimana cara kerjanya? Untuk mengenal lebih jauh apa itu CFD, mari kita simak penjelasan di bawah ini:

Table of Contents

CFD Adalah?

CFD adalah singkatan dari Contract for Different yang berma kontrak perbedaan dalam Bahasa Indonesia. Jika kita pelajari lebih lanjut, CFD merupakan instrumen berbentuk kontrak derivatif yang dapat digunakan dalam transaksi di pasar keuangan. CFD memungkinkan pedagang dan investor untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga tanpa memiliki aset yang mendasarinya. Kontrak derivatif ini biasanya diperdagangkan di jaringan luar dealer, bukan melalui bursa normal.

CFD Trading adalah?

CFD Trading adalah perdagangan antara penjual dan pembeli di mana mereka harus membayar selisih harga open dan close dari suatu kontrak derivatif. Trading CFD memungkinkan pedagang dan investor untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga tanpa memiliki aset yang mendasarinya. Jenis trading CFD ad berbagai macam seperti berikut ini:

  1. Mata uang seperti Euro/USD, GBP/USD, USD/JPY, dan sejenisnya.
  2. Mata uang kripto seperti bitcoin dan ethereum.
  3. Indeks seperti US500, DAX, dan JP225.
  4. Ekuitas seperti Microsoft, Apple, Alibaba, dan sejenisnya.
  5. Komoditas seperti emas, minyak, dan gula.

Contoh CFD Trading

Setelah mengetahui apa itu trading CFD, berikut beberapa contoh trading CFD yang bisa Anda coba:

Misalnya, jika platform trading menyediakan initial margin sebesar 20%, maka Anda bisa membuka CFD sebesar 10.000 USDT dengan dana jaminan sebesar 2000 USDT. Ketika 1 kontrak senilai 1 BTC dan harga 1 BTC senilai 5000 USDT, lalu Anda bisa melakukan open trade di harga tersebut dan mengambil posisi long dengan membeli 2 BTC. Jika satu minggu kemudian harga naik menjadi 7000 USDT per BTC dan melakukan close dengan menjual aset di harga tersebut, maka keuntungan yang Anda peroleh 4000 USDT. Jika harga market turun menjadi 4500 USDT per BTC, maka Anda bisa merugi sebesar 1000 USDT.

Ketika Anda mengambil posisi short trade dengan posisi harga open yang sama dan satu minggu kemudian harga market turun menjadi 3500 USDT per BTC dan Anda melakukan close di harga tersebut, maka keuntungan yang Anda dapat sebesar 3000 USDT. Namun jika harga market naik di harga 5800 USDT per BTC, maka Anda akan merugi sebesar 1600 USDT. Apapun posisi yang Anda ambil, jika kerugian mencapai nilai yang sama dengan modal, maka trade Anda bisa close secara otomatis.

Semisal harga pembelian saham Microsoft saat ini berkisar $61.20 dan harga jual mencapai $ 61.19, lalu Anda membeli 3 lot saham. Jika satu minggu kemudian harga jual saham naik sebesar 61.56 serta harga beli menjadi 61.57, kemudian Anda memutuskan untuk menjualnya, maka keuntungan bersih yang bisa Anda dapatkan untuk setiap saham berkisar 36 sen.

Misalnya, pasangan mata uang AUD/GBP diperdagangkan pada harga 0,55951/0.55961. Anda memutuskan untuk membeli $50.000 karena menurut Anda harga AUD/GBP akan naik. AUD/GBP memiliki tingkat margin sebesar 3. 33%, yang berarti Anda hanya perlu menyetor 3,33% dari total nilai posisi atau sebesar $1665 sebagai margin. Ternyata, prediksi Anda tepat karena selama satu jam berikutnya harga baik menjadi 0,56161/0,56171. Lalu Anda melakukan trading dengan metode long dan menutup perdagangan dengan melakukan penjualan di harga 0,55981. Harga telah bergerak 20 poin (0,56161-0,55961) dan keuntungan yang Anda dapatkan mencapai (0,56161-0,55961)x50,000= $100.​ Jika prediksi Anda salah, maka Anda bisa merugi. Misalnya, harga AUD /GBP turun selama satu jam berikutnya di harga yang sama dan Anda merasa harga akan terus turun. Untuk meminimalisir kerugian, Anda memutuskan menutup posisi dengan menjualnya di harga 0,55761. Jadi, kerugian yang Anda dapatkan juga sebesar $100.​

Hal harus diketahui sebelum mulai CFD Trading

Sebelum melakukan trading CFD, Anda harus memahami hal-hal berikut ini:

CFD adalah salah satu strategi trading tingkat lanjut yang hanya bisa dipraktekkan oleh trader berpengalaman. Tidak ada pengiriman aset atau sekuritas secara fisik dalam sistem trading CFD. Investor CFD tidak pernah benar-benar memiliki aset dasar melainkan menerima pendapatan berdasarkan perubahan harga aset tersebut. Misalnya, ketika Anda ingin investasi emas, Anda bisa langsung berspekulasi apakah harga emas akan naik atau turun untuk menentukan keuntungan yang akan didapatkan, bukan dengan menjual atau membeli emas fisik secara langsung.

Leverage merupakan fitur yang disediakan oleh broker agar trader bisa melakukan trading dengan menyetorkan uang jaminan dalam jumlah tertentu. Jaminan dalam trading CFD juga ditentukan oleh jenisnya. Untuk saham, trader biasanya harus menyetorkan uang jaminan sebesar 10% dari posisi open. Jadi, fitur leverage yang didapatkan sebesar 1:100. Untuk bursa berjangka dan komoditi, uang jaminan ditentukan secara individual, tergantung spesifikasi kontrak. Jadi, besaran leverage juga ditentukan secara individual.

  • Margin Pemeliharaan dalam CFD Trading

Dalam trading CFD, jumlah margin awal yang dibutuhkan hanya sekitar 5%, bahkan kurang. Dengan begitu, potensi keuntungan (dan kerugian) dalam trading CFD jauh lebih besar karena leverage yang digunakan bisa lebih dari 10 kali lipat dari yang tersedia saat melakukan trading konvensional.

Untuk menghitung fee atau biaya dalam trading CFD, Anda harus mempertimbangkan spread dan komisi trading. Spread dihitung dari selisih harga bid atau ask saat posisi open atau close. Sementara itu, besaran komisi trading berbeda-beda tergantung dari jenis instrumen CFD yang dipilih dan hanya perlu dibayarkan satu kali saat pembukaan transaksi. Untuk CFD saham, besaran komisi trading sekitar 0,12% dari kontrak dan CFD komoditas biasanya berkisar $13 per lot.

Anda bisa menggunakan dua metode dalam trading CFD, yaitu metode long dan short. Long adalah posisi ketika Anda mengharapkan harga akan naik. Dengan kata lain, Anda melakukan antisipasi kenaikan harga dan melakukan buy untuk menutup posisi Anda. Sementara itu, short adalah posisi ketika Anda mengharapkan harga Anda turun. Hal ini berarti Anda mengharapkan harga turun dan melakukan buy beli untuk menutup posisi Anda. Keuntungan dari metode short akan didapatkan dari penurunan harga. Sebaliknya, keuntungan dari metode long bisa diperoleh saat kenaikan harga.

Keunggulan Trading CFD

Terdapat banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan melalui trading CFD. Berikut keuntungan tersebut:

Trading CFD tersedia dalam opsi leverage yang tinggi sehingga Anda bisa memulai trading dengan modal awal yang rendah daripada memperjualbelikan aset keuangan aslinya.

  1. Akses ke berbagai pasar lebih luas

Ketika melakukan trading CFD, Anda bisa masuk ke berbagai macam pasar melalui satu akun. Jadi, Anda bisa melakukan transaksi di pasar mata uang, indeks, dan komoditi dari seluruh dunia.

  1. Bisa mendapatkan profit saat harga naik atau turun

Saat Anda melakukan trading CFD, Anda dapat memanfaatkan harga yang bergerak naik atau turun nilainya dengan mengambil posisi short (jual) atau long (beli). Dengan kata lain, Anda memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan dari naik dan turunnya harga di pasar.

Trading CFD tidak melibatkan pengiriman fisik sehingga Anda bisa membatasi risiko khawatir terhadap aset, termasuk risiko keamanan dan penyimpanannya. Karena Anda tidak memiliki aset dasar secara fisik, Anda juga tidak perlu membayar bea materai.

Pergerakan harga pada trading CFD mencerminkan secara langsung apa yang terjadi di pasar. Dengan kata lain, trading CFD memberi Anda akses likuiditas besar di pasar yang mendasarinya, selain likuiditas yang ditawarkan oleh broker. Jadi, Anda bisa melakukan transaksi lebih mudah dan cepat.

Kekurangan trading CFD

Meski memiliki banyak kelebihan, Anda tetap perlu berhati-hati karena trading CFD juga memiliki beberapa kekurangan seperti berikut:

Trader CFD tidak memiliki hak voting karena tidak memiliki aset atau saham secara fisik. Selain tidak memiliki hak voting, Anda juga tidak memiliki hak dasar kepemilikan selain dari harga pasar saat ini. Kurangnya kepemilikan ini membuat CFD menjadi prospek investasi kurang kuat.

Trading dengan leverage yang tinggi bisa meningkatkan risiko. Hal ini karena meskipun Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan, potensi kerugian juga semakin besar. Anda bisa saja mengalami kerugian lebih dari setoran awal dan potensi kerugian yang dialami juga tidak terbatas. Karena itu, trading CFD hanya disarankan untuk trader yang sudah berpengalaman saja.

Karena modal awal dalam trading CFD lebih rendah, trader rentan melakukan over trading atau perdagangan berlebihan. Overtrading adalah kondisi di mana trader membuka posisi terlalu berlebihan sehingga modal yang tersisa tidak cukup untuk menutupi kerugian di seluruh portofolio. Hal ini bisa memicu kerugian besar jika trader tidak kurang berhati-hati.

Porsi margin dalam trading CFD ditetapkan dengan tegas oleh broker, yang memutuskan berapa persentase margin yang Anda perlukan untuk akses ke pasar tertentu. Hal ini dapat menghalangi trading plan Anda ke pasar yang lebih luas. Jadi, Anda memerlukan rencana atau trading plan tambahan untuk menentukan seberapa layak potensi pengembalian.

Kelemahan lain dari CFD adalah kenyataan bahwa Anda harus membayar biaya swap. Bagaimanapun, broker memberikan kontribusi terbesar dari nilai investasi. Karena Anda harus membayar biaya swap, trading CFD kurang cocok untuk investasi jangka panjang. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan CFD untuk investasi dengan jangka waktu lebih pendek dari satu tahun.

Cara Memulai Trading CFD

Bagi Anda yang ingin mencoba trading CFD, berikut langkah yang harus dilakukan:

Putuskan di pasar mana Anda ingin melakukan trading, apakah di pasar forex, saham, atau komoditi. Sebaiknya, Anda memilih pasar yang Anda pahami dengan baik agar. Sebagian besar platform trading memiliki fungsi pencarian yang membuat proses ini cepat dan tidak merepotkan.

Lihat pergerakan harga di platform trading Anda untuk menentukan apakah Anda akan melakukan buy atau sell. Anda bisa melakukan buy saat harga naik jika menggunakan metode long. Sebaliknya, Anda bisa melakukan sell saat harga turun jika menggunakan metode short. Harga pada trading CFD didasarkan pada harga instrumen yang mendasarinya.

Dalam trading CFD, Anda bisa mengontrol ukuran investasi Anda. Jadi meskipun harga aset dasar akan bervariasi, Anda bisa memutuskan berapa banyak yang akan diinvestasikan. Namun, broker biasanya memiliki persyaratan margin yang bervariasi untuk setiap ase.

Anda dapat menempatkan stop loss untuk secara otomatis untuk menutup perdagangan setelah pasar mencapai tingkat yang telah ditentukan. Cara ini akan membantu Anda meminimalisir kerugian.

  1. Pantau dan tutup perdagangan Anda

Setelah Anda menempatkan stop atau loss, profit akan bergeser seiring dengan harga pasar. Anda dapat melihat harga pasar secara real time dan Anda dapat menambah atau menutup perdagangan baru. Jika stop loss atau limit order Anda belum diaktifkan, Anda bisa menutupnya secara otomatis. Cukup pilih ‘close position’ dari jendela posisi. Anda akan dapat melihat untung atau rugi yang Anda alami.

Cara Memulai Trading CFD

sumber dari mitrade

Tips Trading CFD

Agar bisa menghasilkan profit tinggi dalam trading CFD, Anda bisa menerapkan tips berikut:

Akun demo adalah akun simulasi yang memberi kita kesempatan untuk berlatih melakukan trading di pasar nyata dengan menggunakan uang virtual. Jadi, kita tidak akan kehilangan uang saat melakukan kesalahan dalam trading.

  • Gunakan leverage dengan bijak

Leverage dalam trading CFD memang sangat besar. Namun, jangan terjebak dengan hal itu. Leverage adalah alat untuk trading, bukan untuk berjudi. Jadi, pastikan Anda menerapkannya secara bertahap untuk membantu memperkuat akun. Semakin besar leverage, semakin besar pula peluang kerugian. Jadi, gunakan saja fitur leverage secara bijak.

Karena berisiko tinggi, Anda sebaiknya menggunakan alat mitigasi risiko seperti perintah stop loss saat trading dengan leverage. Setelah Anda mengetahui cara yang benar untuk melakukan stop, mencatat setiap hal yang terjadi, serta meninjau proses dan hasil trading, maka Anda berada di posisi aman untuk meraih profit.

Pastikan broker yang Anda gunakan memiliki reputasi yang baik dan terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Pastikan juga broker yang Anda pilih mudah dihubungi ketika Anda membutuhkan bantuan dalam trading.

BROKER CFD TERPERCAYA DI INDONESIA TAHUN 2021

BROKERINFO DETAILRANKLINK BUKA AKUN
cfd broker✅Nikmati akses fleksibel lebih dari 17.000 pasar
✅IG memiliki lebih dari 45 tahun pengalaman
✅ Aplikasinya dibuatkan diri sendiri
4.5
⭐️⭐️⭐️⭐️
BUKA AKUN
broker✅Biaya Penanganan Rendah ( Nol Spread)
✅Membuat Akun Sangat Mudah 1 Menit
✅ Aman Deposit dan Penarikan
✅Legalitas Sangat Aman dan Terjamin
5.0
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
BUKA AKUN
broker etoro✅Biaya penarikan dilakukan dengan jumlah besar
✅ banyak fitur copy trading
✅ Pasar forex, saham
4.5
⭐️⭐️⭐️⭐️
BUKA AKUN
xm broker✅Proses Registrasi Relatif Mudah
✅Edukasi yang Lengkap
✅Tawaran Bonus yang Menggiurkan
4.5
⭐️⭐️⭐️⭐️
BUKA AKUN
SUMBERI DARI INTERNET

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap mengenai trading CFD dan cara melakukannya. Anda harus memahami cara kerja trading CFD sebelum mencobanya. Meski banyak keuntungan, jenis trading ini juga punya kelemahan yang besar. Jadi, Anda harus berhati-hati jika ingin berinvestasi dalam trading CFD. Trading ini sebaiknya hanya dilakukan oleh trader berpengalaman saja karena resikonya sangat besar.

FAQ- Frequently ASK Questions

Beberapa pertanyaan yang sering diajukan banyak orang ketika mencoba trading CFD adalah berikut ini:

  1. Apakah Trading CFD Aman Dilakukan?

Trading CFD tergolong aman. Namun, Anda juga harus memilih broker yang tepat untuk berinvestasi dan menggunakan metode yang tepat saat trading. Broker dan metode yang tepat akan membantu Anda meminimalisir risiko. Anda juga harus menggunakan fitur yang disediakan broker seperti limit dan stop untuk meminimalkan kerugian.

Transaksi dalam trading CFD tidak mengharuskan Anda membayar pajak seperti bea materai. Sebab, trading CFD tidak memiliki aset dasar yang diperdagangkan. Namun, keuntungan yang Anda peroleh dari perdagangan mungkin dikenakan pajak asalkan mencapai jumlah minimum tertentu sebagaimana ditentukan oleh undang-undang yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *