ANALISIS PERBANDINGAN KEAKURATAN HARGA CALL OPTION DENGAN MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO SIMULATION DAN METODE BLACK SCHOLES PADA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)

ANALISIS PERBANDINGAN KEAKURATAN HARGA CALL OPTION DENGAN MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO SIMULATION DAN METODE BLACK SCHOLES PADA INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)

Tieka Gustyana at Telkom University

Opsi adalah salah satu instrument derivative. Option merupakan investasi yang cukup menarik untuk dilakukan apabila volatilitasnya tinggi. Risiko dapat digambarkan dengan volatilitas. Volatilitas menggambarkan probabilitas yang terjadi pada harga saham dari waktu ke waktu. IHSG merupakan Indeks Harga Saham Gabungan yang menggambarkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dimana IHSG juga merupakan indikator pergerakan harga seluruh saham di BEI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan harga premi opsi call dengan menggunakan dua metoda yaitu black scholes dan simulais monte carlo. Data yang digunakan adalah data indeks harga saham gabungan (IHSG), dengan penentuan periode waktu jatuh tempo call option 2 bulan dan Agustus 2011 sampai dengan Agustus 2013. Berdasarkan dari hasil penelitian dengan mempergunakan Nilai price absolute error dari dua Metode yaitu Black Scholes dan Monte Carlo dengan jangka waktu jatuh tempo 2 bulan yaitu untuk Metode Black Scholes sebesar 0.02%, sedangkan nilai price absolute error untuk Metode Simulasi Monte Carlo sebesar 2.55%. Berdasarkan nilai price absolute error dengan jangka waktu jatuh tempo 2 bulan, Metode Simulasi Black Scholes memiliki nilai price absolute error yang lebih kecil dibandingkan dengan Metode Monte Carlo, maka dapat disimpulkan Metode Simulasi Black Scholes lebih akurat dibandingkan Metode Monte Carlo.

Discover the world's research

  • 20+ million members
  • 135+ million publications
  • 700k+ research projects

No full-text available

To read the full-text of this research,
you can request a copy directly from the authors.

. assuming no dividend payments, no transaction costs, constant risk-free interest rates, and changes in stock prices following a random pattern [5]. Referring to several previous studies [6] and [7], the Black-Scholes method is an effective method for determining option prices. .

  • Jul 2019

Research has been conducted to compare the prices of European option on the Yahoo Finance website with prices obtained from the Black-Scholes model (theoretical price). Data was taken on January 31, 2019 which included the daily share price of Netflix, Inc. (NFLX) on February 14, 2018 - January 31, 2019 to obtain volatility, and NFLX options data due on January 17, 2020. Options with prices lower than theoretical prices are said to be underpriced, so the decision taken is to buy the options. Whereas options with prices higher than theoretical prices are said to be overpriced, so it has to be reconsidered. The proportion of the underpriced call options for the total number of call options is 77.7778%, while the proportion of the underpriced put options for the total number of put options is 38.5714%.

. Option is a contract between the holder and writer (buyer) and seller (writer) in which the writer gives the right (not the obligation) to the holder to buy or sell the assets of the writer at a specified price (strike or exercise price) and at certain time in time (expiry date or maturity time) (Martin & Ivanic, 2010), (Pramuditya, 2016). Selling options are contractual agreements that give the buyer the right to sell certain company shares in a certain amount from the seller of the option at a certain price and at a predetermined time (Gustyana & Dewi, 2014) . According to Black & Scholes (1973) based on the stochastic process it is assumed that the stock price is distributed lognormal and the stock price follows the Brownian random geometric process. .

  • Apr 2020

Farmers often suffer losses due to crop failure. The failure of the harvest is influenced by one of them is flooding, especially in Bandung which is quite frequent rain. Therefore one of the government's efforts to minimize losses from crop failures is the existence of an agricultural insurance program. The insurance system used is climate index insurance where the climate index is not plant insurance. This study aims to get a large premium to be paid by farmers using the Black-Scholes method. Meanwhile, to determine the climate index using the Historical Burn Analysis method. The results of this study are getting a variety of trigger values and exit values as well as the amount of premium that must be paid by farmers every planting season. Trigger values represent the minimum full payment limit. The exit value represents the maximum limit for no payment. The premium value obtained based on the selected trigger value also varies and is large enough so that it can be considered by farmers in choosing an agricultural insurance policy. Therefore, the method used must still be investigated to adjust to farmers, especially in Bandung.

Recommended publications

PENGARUH KONSERVATISME AKUNTANSI, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, UKURAN PERUSAHAAN, LEVE.

Rowland Pasaribu

Dionysia Kowanda

Penelitian ini bertujuan meneliti hubungan variabel independen: konservatisme akuntansi, kepemilikan manajerial, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, leverage, price earning ratio (per), price to book value (pbv) dan earning per share (eps) terhadap manajemen laba. Teknik analisa yng digunakan adalah regresi linier berganda yang terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Adapun data yang . [Show full abstract] digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesia Stock Exchange dan berbagai web dari perusahaan. Hasil penelitian menemukan bahwa pengaruh yang signifikan pada variabel kepemilikan manajerial, leverage dan Price Earning Ratio (PER). Sedangkan untuk variabel konservatisme akuntansi, kebijakan dividen, ukuran perusahaan, price to book value (PBV) dan earning per share (EPS) berpengaruh tidak signifikan terhadap manajemen laba.

RELEVANSI KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR DI INDONESIA DENGAN PRINSIP DAN FUNGSI PUNGUTAN PENCEMA.

Dahliana Hasan

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kategori pungutan dalam kebijakan kantong plastik berbayar, relevansinya dengan pungutan dan fungsi utama pencemaran, serta skema penggunaan dana hasil kantong plastik berbayar di gerai ritel. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Keseluruhan data dianalisis secara . [Show full abstract] kualitatif. Kebijakan kantong plastik berbayar didasarkan pada Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) No. 1230/2016. Kantong plastik yang tadinya gratis disediakan oleh pengusaha ritel, sejak tanggal 21 Februari 2016 dipungut biaya bagi konsumen yang membutuhkan. Fenomena ini tidak asing di negara-negara maju. Penggunaan instrumen ekonomi yang berupa pajak atau retribusi marak ditemukan di beberapa negara untuk membatasi konsumsi kantong belanja plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kebijakan kantong plastik berbayar di Indonesia belum dapat dikategorikan sebagai pajak maupun retribusi. Ciri utama pajak ataupun retribusi tidak melekat pada kebijakan kantong plastik berbayar ini terutama dilihat dari sisi hubungan hukum yang terjadi antara para pihak. Kedua, meskipun kantong plastik berbayar ini identik dengan pungutan secara umum dalam konteks penarikan biaya kepada konsumen, relevansi kebijakan ini dengan prinsip dan fungsi utama pungutan pencemaran terlihat pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu altering behaviour melalui pricing instrument. Ketiga, skema penggunaan dana dari kantong plastik berbayar ini diserahkan sepenuhnya kepada pengusaha ritel. Penggunaan dana ditujukan untuk kegiatan-kegiatan yang mendukung pelaksanaan kebijakan kantong plastik berbayar. Timbulnya isu tentang transparansi dana dapat menurunkan penerimaan masyarakat terhadap kebijakan ini. Kata Kunci: kantong plastik, pajak, retribusi, altering behaviour

Price Earning Ratio Pengaruh Profitabilitas, Leverage dan Risiko Investasi terhadap Price Earning Ra.

Penelitian ini bertujuan untuk memhuktikan dan menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage dan risiko investasi terhadap price earning ratio pada perusahaan sub sektor food and beverages di Bursa Efek Indonesia. Jumlah atau ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 perusahaan sub sektor food and beverages. Periode penelitian dari tahun 2012 sampai dengan 2017. Metode analisis . [Show full abstract] yang digunakan adalah regresi data panel yang diolah dengan menggunakan Eviews 8.0. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan ditemukan bahwa profitabulitas dan leverage tidak berpengaruh terhadap price earning ratio perusahaan sub sektor food and beverages di Bursa Efek Indonesia, sedangkan risiko investasi berpengaruh signifikan terhadap price earning ratio perusahaan sub sektor food and beverages di Bursa Efek Indonesia.

PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), PRICE EARNING RATIO (PER), DAN DIVIDEND PAYOUT RATIO (DPR) TERHADA.

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah menganalisa beberapa variabel yang mempengaruhi harga saham perusahaan food & beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengetahui variabel bebas mana yang dominan terhadap harga saham. Variabel yang diteliti adalah Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), dan Dividend Payout Ratio (DPR). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian . [Show full abstract] menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 perusahaan dengan periode penelitian selama 3 tahun (2009-2011) dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Berdasarkan uji kolmogorov smirnov diketahui data Dividend Payout Ratio (DPR) tidak terdistribusi normal karena itu terpaksa dikeluarkan dari model regresi. Model regresi yang digunakan mampu menjelaskan 75,1% perubahan atau variasi harga saham sedangkan sisanya 14,1 % dijelaskan oleh faktor lain diluar model regresi. Dari hasil penelitian menunjukkan baik secara parsial maupun simultan variabel bebas (EPS, PER, DPR) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. EPS merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi harga saham

PENENTUAN HARGA OPSI ASIA DENGAN METODE MONTE CARLO

Opsi adalah kontrak antara holder dan writer dimana writer memberikan hak (bukan kewajiban) kepada holder untuk membeli atau menjual aset dari writer dengan harga tertentu (strike price) dan pada waktu yang telah ditentukan dimasa datang (maturity time). Opsi Asia termasuk pada opsi path dependent. Artinya payoff opsi Asia tidak hanya bergantung pada harga saham saat maturity time saja, tetapi . [Show full abstract] merupakan rata-rata harga saham selama masa jatuh temponya dan disimbolkan (average). Monte Carlo pada dasarnya digunakan sebagai prosedur numerik untuk menaksir nilai ekspektasi pricing product derivative. Teknik yang digunakan adalah Monte Carlo standar dan reduksi varians. Hasilnya diperoleh harga opsi Asia call dan put untuk kedua teknik dengan selang kepercayaan 95%. Teknik reduksi varians terlihat lebih cepat memperkecil selang kepercayaan 95% dibandingkan metode standar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *