Cepat Untung dengan 4 Jenis Investasi Jangka Pendek Berikut

Cepat Untung dengan 4 Jenis Investasi Jangka Pendek Berikut

investasi jangka pendek - Memiliki dana menganggur tentu akan lebih baik bila diinvestasikan, daripada diletakkan seluruhnya dalam tabungan. Salah satu alasannya karena keuntungan investasi lebih tinggi daripada tingkat inflasi. Di mana bunga simpanan justru lebih rendah dari inflasi. Jika Sahabat ragu mengenai jangka waktu penarikan investasi yang terlalu lama, investasi jangka pendek bisa dijadikan pilihan.

Yuk kita bahas lebih lanjut terkait investasi jangka pendek di artikel berikut!

Apa Itu Investasi Jangka Pendek

Pertama, mari kita bahas tentang pengertiannya. Investasi jangka pendek adalah kegiatan menanam modal yang imbal hasilnya dapat dicairkan dalam waktu relatif singkat. Kisaran waktu pencairan dana yakni 1 sampai 3 tahun. Bahkan, ada pula produk investasi yang menawarkan pencairan dalam kurun waktu bulanan.

Karena jangka waktunya yang singkat, keuntungan dapat dinikmati lebih cepat. Selain itu, risiko investasi juga lebih rendah. Ditambah dengan perolehan imbal hasil yang stabil, menjadi alasan investasi jangka pendek memiliki banyak peminat.

Jadi, apa saja contoh produk investasi jangka pendek?

Contoh Investasi Jangka Pendek

Setelah mengetahui apa itu investasi jangka pendek, mungkin Sahabat mulai memiliki sedikit ketertarikan untuk melakukan investasi. Oleh karena itu, berikut 4 contoh investasi jangka pendek yang dapat dijadikan pilihan:

Deposito

Instrumen investasi jangka pendek pertama ialah deposito. Deposito adalah produk simpanan berjangka yang dapat diperoleh di bank. Perbedaannya dengan simpanan biasa ialah waktu penarikannya yang hanya boleh dilakukan jika jangka waktu simpanan telah usai.

Meski begitu, tidak perlu khawatir. Jangka waktu deposito relatif singkat, yakni 1 bulan, 3, 6, hingga 12 bulan. Minimal dana yang disimpan mulai dari Rp 5 juta hingga RP 10 juta. Besar suku bunga yang diperoleh ialah 4%. Deposito juga tersedia dalam bentuk deposito syariah.

Namun, jika memang Sahabat harus menarik deposito sebelum jatuh tempo pun tetap bisa. Meski memang harus terkena penalti yang dapat menihilkan imbal hasil investasi tadi.

Reksa Dana

Contoh investasi jangka pendek kedua ialah reksa dana. Reksa dana adalah kegiatan menitipkan sejumlah dana kepada manajer investasi untuk dikelola dengan tujuan menghasilkan keuntungan.

Jumlah uang yang dapat diinvestasikan cukup terjangkau, yakni mulai Rp 100 ribu hingga puluhan juta rupiah. Hasil keuntungan reksa dana juga dapat langsung dicairkan karena tidak ada jangka waktu investasinya. Besar imbal hasil yang diperoleh berkisar 5 hingga 10% per tahun.

Jika Sahabat membeli reksa dana, Sahabat akan terbebas dari rumitnya teknis investasi dan menghabiskan waktu untuk memantau pergerakan investasi Sahabat. manajer investasi yang telah Sahabat pilih yang akan melakukan semuanya untuk Sahabat.

Oleh karena itu, reksa dana cocok bagi Sahabat yang memiliki jadwal yang padat tetapi masih ingin berinvestasi dengan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada deposito.

Reksa dana sendiri terdiri dari beberapa jenis yang berbeda tingkat risiko dan keuntungannya.

Surat Berharga Negara (SBN)

Surat berharga negara adalah pernyataan utang yang diterbitkan oleh negara. Setelah meminjamkan sejumlah dana kepada pemerintah, Sahabat akan menerima SBN dan mendapatkan kupon imbal hasil di akhir periode pinjaman.

Jumlah uang minimal yang dapat diinvestasikan pada SBN mulai dari 1 juta rupiah. Jangka waktu investasi ialah 2 tahun untuk jenis Saving Bond Retail (SBR) dan 3 tahun untuk Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Investasi jangka pendek satu ini cukup aman karena dijamin langsung oleh pemerintah. Tujuan dari penerbitan SBN sendiri ialah untuk dijadikan sebagai salah satu sumber pendanaan.

Peer to Peer (P2P) Lending

Produk investasi jangka pendek terakhir ialah peer to peer landing atau Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). P2P lending adalah kegiatan meminjamkan dana secara langsung kepada UMKM. Sehingga, para pemilik UMKM bisa langsung meminjam kepada pemilik dana dengan syarat yang lebih mudah dan proses yang lebih cepat. Jenis investasi ini tergolong baru.

Nominal uang untuk melakukan investasi P2P Lending cukup terjangkau, yakni mulai dari 100 ribu rupiah. Periode investasi juga singkat, mulai dari 1 bulan, 12, hingga 24 bulan. Keuntungan yang diperoleh berupa suku bunga dari jumlah uang yang ditanam sebesar maksimal 16% per tahun.

Tetap perlu diingat bahwa P2P Lending juga memiliki risiko ya Sahabat. Tetapi jangan khawatir, karena jenis investasi jangka pendek satu ini telah terdaftar di OJK, sehingga aman.

Keuntungan Investasi Jangka Pendek

Meskipun produk investasi jangka pendek beragam, keempatnya memiliki beberapa keuntungan dasar yang serupa lho. Berikut 5 keuntungan investasi jangka pendek:

  • Waktu pencairan dana fleksibel
  • Keuntungan atau imbal hasil investasi lebih cepat
  • Imbal hasil lebih stabil
  • Cocok untuk pemula
  • Tingkat risiko rendah
  • Modal investasi terjangkau, mulai dari Rp 100 ribu
  • Sumber passive income

Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Meski banyak keuntungannya, bukan berarti investasi jangka pendek tidak memiliki aspek kekurangannya. Beberapa kekurangan investasi jangka pendek ialah:

  • Nominal keuntungan kecil
  • Imbal hasil beda tipis dengan tingkat inflasi tahunan
  • Perbedaan keuntungan cukup signifikan jika dibandingkan dengan investasi jangka panjang

Tips Untung Investasi Jangka Pendek

Miliki tujuan investasi

Tujuan berinvestasi diperlukan untuk menjadi dasar pertimbangan Sahabat saat harus memutuskan pilihan dalam proses investasi.

Mengetahui cara kerja instrumen investasi

Selanjutnya ialah mempelajari produk investasi yang tersedia. Ketahui dulu semua contoh produk investasi jangka pendek, seperti risiko rugi, sistem keuntungan, pengelolaan dana, serta kelegalan produk investasi.

Memilih investasi yang tepat

Tujuan investasi yang detail akan memudahkan Sahabat memilih jenis investasi yang tepat. Setelah mengetahui cara kerja instrumen investasi yang diminati, cocokkan kembali dengan kondisi keuangan pribadi. Baru pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Sahabat.

Miliki strategi saat berinvestasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali produk investasi yang tersedia di pasar. Oleh karena itu, memiliki dasar pengetahuan tentang investasi bisa menjadi pilihan.

Opsi lainnya, Sahabat dapat berkonsultasi dengan ahli jika tidak memiliki waktu untuk mempelajari terlebih dahulu.

Demikian sekelumit informasi tentang pengertian investasi jangka pendek, contoh, keuntungan, kekurangan, dan tips investasi jangka pendek. Selain profit, ada baiknya untuk memerhatikan juga kehalalan dan kelegalan produk investasi yang Sahabat pilih.

Semoga informasinya bermanfaat ya. Untuk kemudahan mendapatkan produk proteksi syariah untuk sahabat, Wakalahmu sebagai marketplace asuransi khusus syariah pertama di Indonesia hadir menawarkan beragam pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan sahabat.

Tidak hanya itu, tersedia juga kalkulator zakat untuk bantu Sahabat hitung jumlah zakat yang harus dibayar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *